Cara Menghitung Tunjangan PPh (Gross Up Method)

Dalam pengenaan pajak terutama yang dipotong atau dipungut pihak lain kita sering mengenal istilah PPh ditanggung pemberi penghasilan yang dapat berupa tunjangan PPh atau PPh ditanggung pemberi kerja. Tentunya dalam perhitungan pajak baik pemberi penghasilan maupun penerima akan memberikan dampak sendiri. Secara garis besar pemberian fasilitas tersebut dibagi menjadi 2, yaitu

1. Diberikan berupa pajak ditanggung pemberi penghasilan

Dalam hal ini seluruh pajak penghasilan yang terutang akan dibayarkan oleh pemberi penghasilan. Secara fiskal perlakuan akan hal ini menjadi seperti ini

  • atas beban yang timbul bagi pemberi penghasilan bersifat non-deductable (tidak dapat menjadi pengurang penghasilan)
  • atas fasilitas yang dinikmati penerima penghasilan berupa pajak yang dibayarkan oleh pemberi penghasilan tidak termasuk dalam perhitungan penghasilan penerima penghasilan (non-taxable).

2. Diberikan berupa tunjangan pajak (gross up)

Sedangkan jika fasilitas tersebut diberikan sebagai tunjangan pajak maka perlakuan fiskalnya adalah

  • atas beban yang timbul bagi pemberi penghasilan merupakan biaya yang dapat menjadi pengurang penghasilan (deductable)
  • diakui sebagai tambahan penghasilan bagi penerima penghasilan (taxable).

Dalam tulisan kali ini akan dibahas beberapa rumus untuk menghitung tunjangan PPh secara gross up terutama untuk PPh pasal 21/26 yang secara prinsip penghitungan dibagi menjadi dua, yaitu

  1. atas penghasilan yang dikenakan biaya jabatan / biaya pensiun maksimal
  2. atas penghasilan yang dikenakan biaya jabatan / biaya pensiun tetapi belum mencapai maksimal.

Untuk penghasilan yang telah dikenakan biaya jabatan / biaya pensiun maksimal sepanjang setelah ditambah tunjangan PPh tidak menjadikan perubahan (kenaikan lapisan tarif) maka rumus dasarnya adalah

[PPh 21 terutang sebulan] x 100 / ( 100 – [lapisan tertinggi yang dikenakan kepada penghasilan tersebut – tanpa persen] )

Contoh:

Anwar adalah pegawai tetap PT. B dengan memperoleh tunjangan PPh atas penghasilan yang diterimanya. Setelah dihitung Penghasilan Kena Pajak yang diterima Anwar setahun sebelum tunjangan PPh adalah 340.350.000. Maka atas penghasilan tersebut akan terutang PPh sebesar 32.587.500 (dengan lapisan tarif tertinggi 25%) setahun atau 2.715.625 per bulan. Atas penghasilan tersebut diberikan tunjangan PPh sebesar

2.715.625 x 100 / (100-25) = 3.620.833

Jika dihitung ulang dengan memasukkan tunjangan PPh tersebut Penghasilan Kena Pajak setahun menjadi 383.800.000 dengan PPh terutang setahun 3.620.833.

Jadi, dengan menggunakan metode ini besarnya tunjangan PPh akan sama dengan PPh 21 yang terutang dengan syarat bahwa biaya jabatan /biaya pensiun dikenakan maksimal. Jika terjadi selisih yang tidak material dikarenakan adanya pembulatan.

Sedangkan untuk perhitungan tunjangan PPh dengan biaya jabatan / biaya pensiun belum maksimal khususnya lapisan I (penulis belum menemukan rumus untuk beberapa lapisan II – red) adalah dengan mengurangi hasil perhitungan di atas dengan

5% x 5 /95 x [PPh 21 terutang sebulan]

Gross up method untuk perhitungan PPh 26

Rumus dasar perhitungan PPh 26 yang terutang setelah dilakukan gross up adalah (tarif yang digunakan 20%)

20% x 100 / (100 – 20) x DPP

Jika terdapat tarif efektif maka maka angka 20 diganti tarif efektif tersebut atau dengan tarif berdasarkan P3B. Misalkan untuk pembayaran asuransi kepada perusahaan asuransi LN di LN yang menggunakan tarif efektif 20% x 50% maka rumusnya menjadi

[20 x 50]% x 100 / (100 – [20 x 50]) x DPP

Sama dengan tunjangan PPh 21 di atas groos up PPh 26 ini menjadikan besarnya pajak yang dibayarkan untuk penerima penghasilan dapat menjadi pengurang penghasilan. Tetapi jika tidak menggunkan metode ini maka perlakuannya sama dengan PPh 21 yang ditanggung pemberi kerja yang bersifat non-deductable (tidak boleh menjadi pengurang penghasilan).

About these ads
Published in: on 28 Desember 2009 at 11:35 PM  Comments (3)  
Tags: ,

The URI to TrackBack this entry is: http://kalangbretkids.wordpress.com/2009/12/28/cara-menghitung-besarnya-tunjangan-pph-gross-up-method/trackback/

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini.

3 KomentarTinggalkan komentar

  1. thanks artikel nya…

  2. syukron ya akh

  3. bisa di jelaskan perincian pph terutang yang hasilnya 32.587.500 di contoh soal anwar!! saya blm mengerti. tks


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: